Rindu Juga Bisa Bertepuk Sebelah Tangan


Tidak hanya cinta yang bisa bertepuk sebelah tangan. Saya rasa rindu juga. Ada saatnya kita rindu seseorang tapi, orang itu tidak rindu kita. Sebagaimana cinta yang tidak selalu identik denga hubungan pasangan lawan jenis semata. Begitu juga dengan rindu. Bisa rindu pada orang tua, saudara atau teman yang selalu setia menemani kita. Di saat yang sama, kadangkala orang yang mencintai dan kita cintai tidak selalu merasakan rindu yg sama. Kita rindu dia, tapi ia tak rindu kita. Atau ketika kita kita ingin bertemu dengannya, bicara dengannya, atau sekedar ingin menghabiskan waktu bersamanya, ia tengah asyik dengan dunianya sendiri. Jangan terlalu diambil hati. Bukan berarti kita tidak diprioritaskan dalam kehidupannya, hanya saja ia sedang tidak mengalami perasaan yang sama. Dunia telah menetapkan aturan mainnya. Bahwa kita tak akan pernah bisa mengemudi perasaan orang layaknya mesin buatan manusia.

Continue reading “Rindu Juga Bisa Bertepuk Sebelah Tangan”

Sebatang Lilin Kecil


Pada suatu hari, ada dua orang mahasiswa, sebut saja si A dan si B, mereka berdua kebetulan besok ada ujian final mata kuliah yang sama. Ya, mereka berdua sama satu kelas. Parahnya, mereka berdua belum belajar sama sekali untuk prepare final exam besok, otomatis mereka harus mengikat kepala mereka untuk belajar mati-matian malam ini .

Malam pun tiba ditemani guyuran hujan yang sangat lebat, semua catatan telah disiapkan, sampai buku-buku perpustakaan pun hadir untuk menemani malam mereka berdua. Namun, belum sempat mereka membuka cacatan listrik tiba-tiba mati, kabel listrik di kampung mereka putus tertimpa pohon karena derasnya hujan yang disertai badai. Continue reading “Sebatang Lilin Kecil”

Jangan Putus Asa!


Ketika megikuti perkuliahan, di sekolah, seminar atau di kajian-kajian ilmiah, pernahkan kita merasa masih belum faham dengan pelajaran atau mata kuliah yang telah disampaikan kecuali sedikit sekali? bahkan tidak faham sama sekali?

Pernahkah juga kita mengalami kesusahan dalam menghafal serta mengingat pelajaran yang super njlimet ditambah dengan istilah-istilah planet yang bikin mulut kaku membacanya?

Ane yakin diantara dari kita pasti pernah mengalaminya (termasuk yang punya blog ini :D), ketika kita mengalami keadan seperti di atas apa yang kita rasakan? menangis (cengeng :D), kesal, atau bahkan putus asa karena tidak seperti teman-teman lain yang ketika disampaikan materi kuliah langsung faham, sekali komat kamit langsung hafal pelajaran yang njlimet.

Continue reading “Jangan Putus Asa!”

Juragan Tanah Yang Sederhana


Beberapa bulan yang lalu ane bersama ayah pergi ke rumah seorang juragan tanah, ngapain emang? ya buat beli tanah lah, masa beli baju, hehe. Sebelum kami sampai di rumah beliau, kami harus melewati banyak sekali perumahan, ya, lebih dari 7 perumahan kami lewati, akhirnya ayah menyuruh ane untuk menghentikan kendaraan, tanda bahwa kami telah sampai ke tujuan, rumah si bapak juragan tanah.

Ane liat ampak seorang laki-laki setengah baya, kurang lebih seperti ayah dengan pakaian yang apa adanya beralaskan sendal capal ( sendal jepit  ) “itu nak orangnya” kata ayah. Kamipun disambut oleh sang juragan dengan hangat, senyum dan tawa ayah menandakan bahwa ia sedang gembira karena beliau bisa kembali bertemu dengan kawan lamanya, sang juragan tanah. Continue reading “Juragan Tanah Yang Sederhana”

Jangan Mengeluh


Ketika bangun tidur, ia harus mengurus ayahnya yang menderita stroke, ia mengeluh, huh, semoga cepat mati saja biar tidak menyusahkan.  Kemudian dilanjutkan dengan mengurus adik-adiknya yang masih kecil. Sial! Gumamnya.

Sebelum berangkat kerja di pagi hari ia harus membersihkan rumahnya, kembali lagi mengeluh, Pekerjaan yang membosankan! Keluhnya. Ketika hendak memakai motor untuk pergi berkerja, didapatinya ban motornya kempes, kembali ia mengeluh kesal lagi karena harus memompa ban  motornya, di tempat kerja di dapati lagi mesin yang digunakan untuk bekerja rusak, huh….sial lagi sial lagi! hari-harinya penuh dengan kemarahan, keluhan, serta aura negatif. Continue reading “Jangan Mengeluh”

Balance Itu Perlu!


Memang, bekerja itu perlu dan penting untuk mencari sesuap nasi agar kita bisa menyambung kehidupan kita, tapi yang jadi masalah adalah ketika kita terlalu sibuk dan larut, bahkan menjadi ‘autis’ pada pekerjaan kita itu akan menjadi sebuah problem, bukan hanya problem kecil, tapi problem yang besar.

Yap, ada kisah nyata, seorang orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, dikira dengan mendapatkan uang yang banyak ia bisa membahagiakan keluarganya, padahal ada kebahagiaan yang lebih dari hanya sekedar uang, yaitu kebahagiaan bisa bercengkrama, mendidik anak yang akan menjadi aset berharga hidupnya. Continue reading “Balance Itu Perlu!”

Menggapai Kebahagiaan


Ketika di tanya kepada kita semua tentang tujuan hidup, ana yakin semua orang sepakat tujuan hidupnya yaitu menggapai kebahagiaan. Ana yakin juga semua orang pasti ingin menggapai yang namanya bahagia, tanpa terkecuali, mau si miskin atau kaya, yang tua maupun yang muda.

Untuk menggapai kebahagiaan dibutuhkan sebuah pengorbanan, dan tidaklah hidup ini berarti tanpa ada sesuatu yang dikorbankan, namun, sangat disayangkan manusia banyak salah jalan dalam mencari kebahagiaan, disangka itu adalah pantai kebahagiaan, namun ternyata hanya sebatas fatamorgana belaka,  bukan kebahagiaan yang hakiki, celakanya semakin fatamorgana itu dilalui, semakin jauh pula ia dari jalan yang hakiki. Continue reading “Menggapai Kebahagiaan”