Rindu Juga Bisa Bertepuk Sebelah Tangan


Tidak hanya cinta yang bisa bertepuk sebelah tangan. Saya rasa rindu juga. Ada saatnya kita rindu seseorang tapi, orang itu tidak rindu kita. Sebagaimana cinta yang tidak selalu identik denga hubungan pasangan lawan jenis semata. Begitu juga dengan rindu. Bisa rindu pada orang tua, saudara atau teman yang selalu setia menemani kita. Di saat yang sama, kadangkala orang yang mencintai dan kita cintai tidak selalu merasakan rindu yg sama. Kita rindu dia, tapi ia tak rindu kita. Atau ketika kita kita ingin bertemu dengannya, bicara dengannya, atau sekedar ingin menghabiskan waktu bersamanya, ia tengah asyik dengan dunianya sendiri. Jangan terlalu diambil hati. Bukan berarti kita tidak diprioritaskan dalam kehidupannya, hanya saja ia sedang tidak mengalami perasaan yang sama. Dunia telah menetapkan aturan mainnya. Bahwa kita tak akan pernah bisa mengemudi perasaan orang layaknya mesin buatan manusia.

Saya bisa mengerti cinta yang bertepuk sebelah tangan pada lawan jenis itu menyakitkan tapi saya rasa tidak semua orang telah merasakannya. Mari kita perkecil dosisnya. Kita bahas saja rindu, rasa yang lebih universal. Rasa yang bisa dialami siapa saja, anak-anak, muda belia atau kakek nenek yang sudah tua renta. Saat mengalami gigil rindu yang bertepuk sebelah tangan, coba kita merenung. Mungkin saat itu Allah sedang membelai lembut kita. Kita mencintai sesuatu karena apa, keinginan kita semata atau karena Allah? Ketika kita begitu mencintai sesuatu pada detik itu, apakah besarnya rasa cinta itu hampir menyamai rasa cinta kita ke Allah?

Kalau kita terlalu fokus mencintai sesuatu selain-Nya(bisa jadi orang yang kita sayangi, materi atau ambissi kita sendiri) biasanya kita akan mengabaikan yang lainnya. Tapi kalau kita mencintai Allah, kita tak akan mengabaikan yg lainnya, kita akan sibuk beramal baik. Karena cinta kita kepada Allah telah menata kita dengan sebegitu baiknya agar kita peduli dengan semuanya termasuk dengan keluarga, diri sendiri bahkan juga dengan kucing peliharaan kita.

Kembali tentang rindu yang bertepuk sebelah tangan, ini akan menimbulkan kecewa. Ada yang kecewanya dalam ada yang tidak begitu dalam. Tergantung kitanya. Saya pernah kecewa. Dan pada titik itu membuat saya berpikir dan merenung. Saya kecewa dengan sesuatu itu pastilah ada sebabnya. Yaitu karena jarak cinta saya ke Allah dengan sesuatu itu terlalu dekat. Ini mesti dibuat rentang yang lebih jauh lagi. Dengan memperbesar cinta kita ke Allah. Kalau rentang jarak cinta saya ke Allah dengan selain-Nya cukup jauh, apapun yg terjadi di dunia ini tidak akan begitu mempengaruhi kondisi hati saya. Karena saya punya cinta yg porsinya jauh lebih besar daripada apapun itu.

Begini logikanya semisal dalam urutan interval 1-1000. Pada urutan 1 ada Allah, selain Allah ada diurutan 900 ke bawah. Maka prioritas 900 ke bawah ini tidak begitu mempengaruhi hidup saya. Saya tidak tahu pasti bagaimana agar cinta saya ke Allah porsinya bisa lebih besar. Tapi setahu saya, cinta itu bisa dibuktikan. Mungkin saya hanya perlu memperbanyak perbuatan yang membuat Ia senang. lalu Allah menyelamatkan saya dengan memberikan rasa cinta yang besar terhadap Iman. Karena rasa cinta terhadap Iman itu hanya berasal dari pemberian Allah.

Saya ingin menjadi salah satu hamba yang diberikan rasa cinta terhadap diri-Nya, sebuah rasa yang indah. Sebagaimana yang Ia firmankan bahwa apabila Allah membuat kita cinta pada keimanan, maka akan dijadikan keimanan itu indah di hati kita. Ayatnya ada di QS Al Hujurat ayat 7-8:

“…kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu INDAH di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.”

Agar hidup kita tidak mudah goyah gayih, kita hanya perlu berikhtiar agar Allah memberikan kita rasa cinta yang besar pada-Nya. Saya rasa Allah hanya akan memberikan rasa ini, pada orang-orang yang dicintai-Nya saja. Kita hanya perlu berikhtiar agar Allah mencintai kita. Bagaimana caranya? Ada hadist Nabi yang mengatakan kalau kita mendekati Allah dengan amalan sunah dan wajib, Allah akan mendekati kita lebih agresif lagi. Kalau kita mendekati Allah dengan berjalan, Allah akan mendekati kita dengan berlari. Kalau kita mendekati Allah sehasta, Allah akan mendekati kita sedepa. Allah itu sungguh rendah hati dan Maha lembut, Ia tak pernah menolak setiap cinta yang datang pada-Nya. Kita tak perlu kecewa, karena Allah tak akan pernah membuat cinta dan rindu kita bertepuk sebelah tangan.

Jadi ketika kita merasakan hampa karena rindu kita pada makhluk-Nya yang tak berbalas, saya rasa tidak perlu diambil hati dalam-dalam. Bisa jadi sekarang ini kita yang kecewa, tapi bisa jadi esok hari kitalah yang membuat mereka kecewa. Bisa jadi suatu saat nanti tanpa kita sadari, kitalah yang mengabaikan rindu orang yang kita cintai. Terlalu menyandarkan hidup pada perasaan kita ke seseorang, hanya akan membuat diri kita rapuh! Itu hanya akan membuat hidup kita tidak stabil.

Kalau kita merasa jengkel karena diabaikan oleh orang yang kita sayangi, Lebih baik kita beralih saja sejenak. Kita beralih melakukan sesuatu yang membuat Allah tersenyum. Sembari menunggu orang yang kita rindui balik merindu kita. Hey, bukankah Allah tak pernah mengecewakan seseorang yang sedang mencari perhatian dan cinta-Nya?

Source: Note Facebook Arkandini Leo

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s