Deteksi Dini CA Nasofaring


Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas pada daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di indonesia. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan kanker nasofaring. Dilaporkan oleh bagian patologi Badan Registrasi Kanker Indonesia di bawah pengawasan Dirjen Kesehatan RI mendapatkan urutan ke empat dari sepuluh besar keganasan pada lak-laki dan perempuan, serta urutan ke empat dari sepuluh besar keganasan pada laki-laki pada RSU Dadi dan RSU Dr Wahidin selama periode 10 tahun (1990-1999) ditemukan 570 kasus keganasan kepala dan leher yang terdiri dari Karsinoma nasofaring 274 kasus.

Pemasalahan tersebut timbul karena sulitnya melihat atau memeriksa lokasi fosa rosenmulleri yang merupakan tempat tumbuhnya tumor ganas tersebut. Kemudian gejala dini yang tidak khas, juga mempersulit dalam penegakan diagnosa. Karena gejalanyatidak khas, pasien pada umumnya tidak langsung berobat ke dokter. Pasien baru datang berobat bila gejalanya terlah mengganggu dirinya, yaitu suatu keadaan dimana tumor telah mengadakan infuiltrasi serta bermetastase pada pembuluh limfe servikal, Hal tersebut merupakan keadaan lanjut dan biasanya prognosisnya jelek

Penyebab karsinoma nasofaring adalah virus Epstein Barr, akan tetapi  ada beberapa faktor lain yang sangat mempengaruhi kemungkinan timbulnya kanker ini. Faktor tersebut ialah :

1. Sering menkonsumsi ikan asin. Karena ikan tersebut mengandung zat nitrosamin yang merupakan zat karsinogenik serta merupakan mediator penting dalam masuknya virus Epstein Barr ke dalam tubuh.

2. Kondisi ventilasi rumah yang kurang baik dapat meningkatkan Ca Nasofaring

Sering terpapar dengan asap. Baik asap industri maupun asap pembakaran kayu.

4. Ras dan keturunan

Adapun gejalan Ca Nasofaring dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni :

1. Gejala Hidung
– Menderita pilek lama lebih dari 1 bulan, terutama pada penderita usia lebih dari 40 tahun. Pilek basanya disertai dengan ingus kental dan berbau busuk.
– Sering mimisan atau epistaksis

2. Gejala Telinga
Pada umumnya ialah kurangnya pendengaran. telinga terasa penuh seperti terisi air, berdengung, gembreng atau tinitus dan sekingkali terasa nyeri pada telinga. Gangguan tersebut sering terjadi bila terdapat perluasan tumor atau kanker nasofaring ke sekitar tuba, sehingga terjadi sumbatan.

3. Gejala Mata
Pada gejala mata, penderita akan mengeluh kurang penglihatan. Penderita juga akan mengeluh penglihatannnya ganda, dobel, atau disebut dengan diplopia. Diplopia ini terjadi karena kelumpuhan N.VI yang terletak di atas foramen laserum yang mengalami lesi akibat perluasan kanker.

4. Gejala KraniiI(Kepala)
Pada gejala kranii, sebelum terjadi kelumpuhan syaraf kranialis biasanya didahului oleh gejala subjektif yang sangan dirasakan dan mengganggu penderita. Gejala tersebut ialah :
– Sakit kepala atau pusing
– Kurang rasa atau hipoastesia daerah pipi dan hidung
– Kadang sukar menelan atau disfagia

5. Gejala Tumor leher
Terjadinya benjolan pada leher atau tumor leher merupakan menyebaran terdekat secara limfogen dari kanker nasofaring. Tumor bermasa keras, tidak sakit dan tigak mudah bergerak. Gejala tumor leher inilah yang manyak mendorong penderita darang ke dokter.

Pemeriksaan histopatologik merupakan kunci dalam penegakan diagnosa. Terlambatnya dalam penegakan diagnosa merupakan kendala dalam penanganan Ca Nasofaring. Masyarakat biasanya datang ke dokter apabila sudah stadium lanjut, yaitu terdapat gejala benjolan pada leher.

Dan upaya tepat melindungi diri dari bahaya ca nasofaring yaitu dengan menghindari faktor resiko dan melakukan deteksi dini. Alangkah bagusnya jika kita lebih waspada bila menemukan gejala yang mengacu pada ca nasofaring.

Sumber :

  • Prof. Dr. H. Bambag S.S Diagnostik dan Pengelolaan Kanker Telinga, Hidung dan Tenggorokan dan Kepala – Leher Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
  • Dr. H. Nurbiati Iskandar. tumor Ganas Telinga Hidung Tenggorokan
  • FG Kuhuhawael, Sub bagian Onkologi THT-KL. Penatalaksanaan Keganasan Kepala dan Leher. 2006. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin – Makassar
  • I-med 2010Fk Unissula

One thought on “Deteksi Dini CA Nasofaring

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s