Kenapa Harus Tuhan Yang Disalahkan!?


Dalam kehidupan ini rasanya tidak aneh lagi bila datang cobaan, masalah, dan berbagai ombak yang menerpa kehidupan, ombak tersebut pun berfariasi mulai dari yang kecil sampai ombak yang sangat besar, ini merupakan hal hal yang biasa. “kalo mau g ada masalah ya mati aja sekalian” celetuk sohib ane menyahut keluhan seseorang.

Tidak kawan, tidak! Bahkan mati bukanlah solusi alternatif untuk terhindar dari yang namanya m-a-s-a-l-a-h!. Justu kalo kita mati masalah akan semakin banyak, mulai dari pertanyaan dua malaikat, sampai hisab dan pertanggung jawaban kita di dunia dan yang lainnya, pokoknya banyak banget dah masalah yang akan dihadapi setelah mati, kalo mau tau yang lebih lengkap, silahkan baca kitab ruh yang dikarang oleh imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah.

Namun yang menganehkan adalah ketika Tuhan disalahkan atas segala cobaan dan masalah yang menimpa, seraya berkata ” Tuhan kaga adil neh ama gw” “Tuhan kaga sayang ama gw” atau bilang “huh, Tuhan ini maunya apa coba bikin gw bgini” atau yang lebih parah “gw kya robot dah diatur2 ama Tuhan, ini smua salah Tuhan” sakit sekali rasanya hati ketika mendengar ucapan2 yang tidak beretika seperti ini.

Kawan, Allah Ta’ala memang telah menetaplan takdir baik dan buruk kepada kita, kematian, jodoh, rizki dan yang lainnya telah ditetapkan oleh allah, sebagai mana yang telah tertera dalam hadits nabi :

“… Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. ” (HR. Bukhari dan muslim)

Namun bukan berati kita ini tidak bisa melakukan kehendak kita, kita tetap memiliki hehendak terhadap apa yang kita ingin lakukan, kita juga berhak untuk memilih yang baik ataupun buruk, bahkan kita bisa mengubah nasib kita sendiri! Ya, nabi sendiri pun menegaskan :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d : 11)

Lihat, kita bebas untuk melakukan apapun, memilih apapun, tapi bukan berarti kita memiliki otoritas penuh dalam segala tindak tanduk dalam hidup, bukan berarti kita bisa dikatakan free will, bukan, tapi semuanya itu perlu dibawah keputusan allah, :

“Dan tidaklah kamu berkehendak kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.” (Al Insan : 30)

Pernahkah kita berencana untuk pergi ke sebuah tempat, namun ketika kita sudah siap bertolak ke tujuan tiba2 ada masalah teknis yang membuat kita harus membatalkan rencana kita tersebut? Seperti itulah kita, bukan free will atau hidup terpaksa dengan skenario yang ditentukan.

Segala apa yang Allah berikan pasti ada hikmah baik itu yang kita ketahui ataupun tidak,contohlah seperti dosa, kenapa harus ada dosa di kehidupan kita? Karena dengan dosa itu ada taubat, coba bayangin kalo dosa ga ada, mana ada yang namanya taubat nasuha coba? Perlu kita ketahui, segala apapun yang menimpa kita baik itu cobaan maka bersabarlah, rauplah hikmah dari itu, begitu coba ketika kita ditimpa hal yang menggembirakan, bersykurlah, karena dengan bersyukur segala ni’mat yang diberikan akan ditambah.Itulah seorang muslim🙂

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mu’min, sesungguhnya semua perkaranya baik! dan itu tidak ada pada seorangpun ecuali kepada seorang mu’min. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur mka yg demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan ia bersabar mk yg demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim)

 Jadi, jangan berani sekali-kali kita menyalahkan Tuhan atas segaala musibah yang menimpa kita, yakinlah ada selautan hikmah dari segala tetesan cobaan yang menimpa kita, dan yakinlah semuanya itu adalah proses untuk mematangkan diri kita. Dont give up dude🙂 and stay positive, selalu berbaik sangka kepada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka kita terhadap-Nya.

3 thoughts on “Kenapa Harus Tuhan Yang Disalahkan!?

  1. sekadar masukan, semoga bermanfaat.
    menulis tulisan yang isinya dakwah sangat baik, mengingat sekarang begitu banyaknya tulisan2 tidak senonoh.
    namun yg perlu diperhatikan ialah bagaimana kita membuat tulisan yg mengandung unsur dakwah tersebut agar pembaca betah membacanya. karena biasanya, bila tulisan tersebut isinya ceramah, orang biasa akan langsung menghentikan bacaannya dan beralih ke bacaan lain.
    nah, jadi intinya ialah bagaimana kita mengolah tulisan kita tersebut agar tidak terkesan menggurui. ada banyak alternatif untuk itu, salah satunya dengan tidak “menghujamkan” begitu banyak dalil-dalil, karena itu akan membuat pembaca bosan.
    kemudian teknik lain ialah dengan tidak memposisikan pembaca sebagai orang yang “salah” dan perlu untuk “dibenarkan”.
    ada banyak lagi teknik-teknik lain, mungkin bisa dicari sendiri, soalnya kalo semuanya saya beberkan di sini tidak etis. semoga yg sedikit ini bisa bermanfaat, setidaknya membuka pemahaman kita bersama bahwa dalam menulis sesuatu yg mengandung unsur dakwah ada trik2nya.🙂
    bila ada salah mohon maaf. wassalam.

    1. waw…ini komen yang sangat ane tunggu🙂 sebenarnya tulisan ini bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi pengalaman, kalaupun menggurui, maka objek yang digurui oleh tulisan ini adalah penulis blog ini sendiri, bukan yang lain. Terlebih masalah diatas bukanlah masalah yang sepele walaupun terlihat sepele, melainkan masalah yang sangat besar, yang berkaitan dg akidah, merupakan masalah ushul yang tidak bisa tawar menawar, salah sedikit (seperti meyakini nabi selain nabi muhammad) bisa keluar dari zona yang penuh berkah ini(Islam), selain itu juga untuk lebih meyakinkan pembaca bahwa islam adalah agama yang universal😉 semua solusi ada pada islam… that’s at all

      Selayaknya tidak ada gading yang tak retak, maka seperti itu juga tulisan sederhada yang disajikan apa adanya ini, penuh dengan kekurangan… hinakanlah tulisan ini bila terdapat keburukan, tapi jangan lupa untuk selalu mendoakan penulisnya yang telah berusaha menyajikannya untuk masa depan islam dan muslimin.

      sekali lagi terima kasih banyak bang🙂

  2. iya, tapi menurut ane Tuhan itu Maha Kreatif lho, dengan menciptakan kondisi dimana makhluknya menciptakan keadaan IA disalahkan, maka ia sendiri memberi penjelasan. ah, twist banget.

    iya bang, yg komen pertamaks ada benernya juga, sebenarnya saya yakin ini yg baca pasti buat yg suka berkecimpung di dakwah, kalau orangnya gak terlalu dekat dgn hal seperti ini ya kedngaran boring. sorry menggurui.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s