Jangan Mengeluh


Ketika bangun tidur, ia harus mengurus ayahnya yang menderita stroke, ia mengeluh, huh, semoga cepat mati saja biar tidak menyusahkan.  Kemudian dilanjutkan dengan mengurus adik-adiknya yang masih kecil. Sial! Gumamnya.

Sebelum berangkat kerja di pagi hari ia harus membersihkan rumahnya, kembali lagi mengeluh, Pekerjaan yang membosankan! Keluhnya. Ketika hendak memakai motor untuk pergi berkerja, didapatinya ban motornya kempes, kembali ia mengeluh kesal lagi karena harus memompa ban  motornya, di tempat kerja di dapati lagi mesin yang digunakan untuk bekerja rusak, huh….sial lagi sial lagi! hari-harinya penuh dengan kemarahan, keluhan, serta aura negatif.

Berbeda bila ceritanya seperti ini, bangun tidur mengurus ayahnya yang sedang stroke, ia bersyukur, “Alhamdulilah, aku bisa melihat wajah ayah yang membersarkanku, sekaranglah waktunya aku untuk berbakti padanya” Kemudian mengurus adik-adiknya yang masih kecil. Alhamdulillah, bahagia rasanya bisa melihat adik-adik gembira.

Sebelum berangkat kerja di pagi hari ia harus membersihkan rumahnya, lumayan, sekalian olahraga pagi. Ketika hendak memakai motor untuk pergi berkerja, didapatinya ban motornya kempes, dengan gembira ia ambil pompa dan memompanya dengan gembira tanpa ada beban dan keluhan, di tempat kerja di dapati lagi mesin yang digunakan untuk bekerja rusak, Alhamdulillah, lumayan sambil belajar anatomi mesin dan nyari pengalaman memperbaiki mesin ….hmmm bertapa elok dan indahnya hari ini.

Dunia ini begitu luas sekali, begitu indah nan mempesona , hijau pohon yang tak pernah jemu dipandang mata, kicauan burung membuat hati ini semakin tentram mendengarnya, dan tidak hanya memilliki keindahan di siang hari, di malam hari pun dunia ini akan terlihat lebih indah,apalagi bila ditambah hiasan bintang dan cahaya sang rembulan, subhanallah sungguh begitu menawan.

Namun, masih ada saja orang yang masih merasakan dunia itu sempit dengan segala keluasan yang ada di dunia, merasakan gersang dengan kehijauan yang ada pada dunia, muak dengan kicauan burung di pagi hari, aih…siapa kah orang yang merasakan demikian? Dialah para orang orang yang mengeluh dengan kehidupan, mulai dari hal-hal yang paling kecil sampai hal-hal yang besar, tidak berlalu detik kecuali beribu-ribu keluhan keluar dari mulutnya.

Dari cerita diatas, aktifitas yag dilakukan sama, namun akan menjadi indah jika ditanggapi dengan rasya syukur dan sifat positif seperti cerita yang kedua,.

“Ketika kita mengeluh, maka kita akan menjadi semakin lemah, namun ketika kita bersyukur, maka kita akan menjadi semakin kuat!”

Ketika kita merasa cukup dengan apa yang ada, dan selalu mensyukurinya maka itu adalah harta karun yang tidak akan pernah sirna, dan dengan itu pula dunia ini akan terasa indah dengan apa yang ada padanya di setiap hari-harinya.

Picture by http://hamiasraff.blogspot.com

6 thoughts on “Jangan Mengeluh

  1. jujur, saya kadang-kadang suka mengeluh sih…
    tapi kalau sadar ya bersyukur.
    orang yang mengeluh biasanya *kalau sadar, pasti akan membuat sesuatu yang dikeluhkannya menjadi sebuah cara untuk memecahkan masalah, tetapi kalau tidak… ya cuma paling mmebuat syaraf naik doang.

    makasih om dah mampir, kalau mau jualan di blog ane, silahkan aja submit ya..

    1. mengeluh sebagaimana yang dijelaskan imam ghozali, merupakan tanda sakitnya hati.

      dan hidup ini terlalu indah untuk dikeluhkan….mari kita isi hari2 kita dengan dengan rasya syukur dan optimis!

      ortye, nanti kita YMan aja, saya juga mau nawarin something….thanks yah^^

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s