Berfikirlah Sebelum Engkau Bermaksiat Kepada Allah


Bismillahirrahmanirrahim,tidak sedikit manusia yang terjerumus kedalam lautan maksiat kepada Allah, tanpa berfikir panjang sebelum bermaksiat.  Berikut sebuah kisah Ibrahim bin Adham, seorang  yang dijuluki oleh Imam Adz-Dzahabi dengan “sayyiduz zuhhad” (pemimpin para ahli zuhud). Juga Imam Nasa’i mengatakan tentangnya: “Ia seorang yg tsiqoh dan ma’mun, termasuk diantara orang yg zuhud”  Imam Addaruquthni juga menilainya sebagai seorang yg tsiqoh. Wafat tahun: 162 H.
Lihat kitab Siyar A’lamin Nubala’ karya Imam Adz-Dzahabi (Jilid 7, Hal 387).

Ketika beliau di datangi oleh seorang lelaki, kemudian sang lelaki itu berkata “Wahai Abu Ishaq, sungguh, aku telah banyak melakukan perbuatan dosa, berikanlah  kepadaku sesuatu sebagai nasihat atau peringatan agar bisa membantuku  ”

Ibrahim bin Adham berkata ” Jika engkau menerima 5 perkara dan mampu melaksakannya, niscaya maksiat tidak akan bisa memudharatkanmu”

Lelaki berkata” Berikan lima perkara itu kepadaku wahai Aba Ishaq”

Ibrahim bin Adham berkata “Adapun yang pertama; jika engkau ingin bermaksiat kepada Allah, maka janganlah engkau makan  dari rizqi-Nya”

Lelaki berkata “Dari mana aku akan makan sedangkan apa yang ada dibumi ini adalah rizqi-Nya?”

Ibrahim bin Adham berkata “Pantaskah engkau bermasiat kepada Allah sedangkan engkau memakan Rizqinya?”

Lelaki berkata “Tidak, katakan kepadaku yang kedua!”

Ibrahim bin Adham berkata “Jika engkau ingin bermaksiat kepada Allah janganlah tinggal di bumi-Nya”

Lelaki berkata “Ini lebih tidak pantas, lau dimana aku tinggal?”

Ibrahim bin Adham berkata “Apakah pantas engkau makan dari rizqi-Nya, dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan engkau bermaksiat kepada-Nya? ”

Lelaki menjawab ” Tidak, katakan kepadaku yang ketiga ”

Ibrahim bin Adham berkata “Jika engkau ingin bermaksiat kepada-Nya, kemudian engkau makan dari rizki-nya, dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat dimana Allah tidak bisa melihatmu, dan bermaksiatlah engkau disitu”

Lelaki berkata “Wahai Ibrahin, apa-apaan ini?  Sedangkan Dia mengetahui segala apa-apa yang tersembunyi?”

Ibrahim bin Adham berkata “Apakah pantas engkau makan dari rizqi-Nya, tinggal di bumi-Nya, sedangkan engkau bermaksiat sementara Allah melihatmu dan mengetahui apa yang engkau tampakkan dan apa yang engkau sembunyikan?”

Lelaki berkata, “Tidak, katakan kepadaku yang keempat!”

Ibrahim bin Adham berkata “Ketika datang malaikat maut untuk merenggut ruhmu, maka katakan kepadanya, undurkanlah kematianku agar aku bisa bertaubat taubat nasuha dan beramal shaleh terlebih dahulu! ”

Lelaki berkata “Tidak mungkin permohonanku akan diterima”

Ibrahim bin Adham berkata “Jika engkau tidak mampu menolak ketika malaikat maut menjemputmu agar engkau bisa bertaubat, dan engkau engkau mengetahui ketika kematian datang maka kematian itu tidak bisa diundurkan, lantas, bagaimana engkau bisa selamat? ”

Lelaki berkata “Katakan kepadaku yang kelima”

Ibrahim bin Adham berkata “Jika malaikat Zabaniah medatangimu pada hari kiamat, untuk menggiringmu keneraka, maka janganlah mengikutinya”

Lelaki berkata “Mereka tidak membiarkanku begitu saja dan tidak pula menerimaku”

Ibrahim bin Adham berkata “Lalu bagaimana engkau bisa mengharapkan keselamatan?”

Lelaki berkata “”

Ibrahim bin Adham berkata “Cukup! Cukup! Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

Lelaki itu memenuhi janji taubatnya, dia selalu beribadah, dan meninggalkan maksiat sampai ia berpisah dengan dunia.

cerita diatas ane terjebahkan dari http://bsh-12.maktoobblog.com/596200/

2 thoughts on “Berfikirlah Sebelum Engkau Bermaksiat Kepada Allah

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s